we are together

Daisypath Anniversary tickers

Sabtu, 16 Oktober 2010

ICS (Interacting Cognitive Subsystem)

Interacting Cognitive Subsystem merupakan Sebuah pendekatan sistemik untuk interaksi kognitif-afektif dan perubahan.Interacting Cognitive Subsystem (ICS) adalah model sistemik komprehensif dari organisasi dan fungsi sumber daya yang mendasari kognisi manusia. menggunakan ICS untuk menyediakan suatu kerangka kerja konseptual untuk memahami hubungan kognitif-afektif normal dan disfungsional, dan modifikasi mereka.

ICS membantu sebuah model dari persepsi kognitif dan aksi. ICS memandang user sebagai mesin pemroses informasi. Penekanannya dalam menentukan kemudahan melaksanakan prosedur tindakan tertentu dengan membuatnya lebih mudah dilaksanakan didalam user itu sendiri.

ICS menggunakan dua tradisi psikologi yang berbeda didalam satu arsitektur kognitif. Pertama pendekatan arsitektural dan general-purpose information processing, kedua, karakteristik pendekatan komputasional dan representasional.

Arsitektur ICS dibangun dengan mengkoordinasikan sembilan sub-system yan glebih kecil: lima sub-system periferal yang berkontak langsung secara fisik dan empat adalah sentral, yang menyangkut pemrosesan mental

ICS mengusulkan subsistem berinteraksi sembilan kognitif, masing-masing khusus untuk menangani jenis informasi khusus. Kami menggambarkan operasi ICS dan rekening perusahaan pengembangan emosi dan produksi. ICS menekankan pentingnya, sebagai bagian dari konfigurasi total emosi kognitif memproduksi, dari tingkat sintetik skema pengolahan yang terintegrasi baik makna proposisional dan kontribusi sensorik langsung. Pengolahan pada tingkat ini sesuai, subyektif, untuk holisitc "rasa" atau "perasaan" daripada pikiran atau gambar. Kami menggambarkan penekanan ini dengan perbandingan ICS dengan model yang mendasari terapi kognitif.
Dengan menerapkan ICS untuk pemeliharaan depresi, kami menggambarkan pentingnya configural dan aspek pola sensitif pengolahan kognitif dalam pendekatan ini. pertimbangan serupa, pada tingkat yang lebih rinci, memungkinkan kita untuk menerapkan ICS untuk menyelesaikan beberapa anomali memori mood kongruen.

Jumat, 15 Oktober 2010

My brief auto biography

Saya Ria Awalliya , anak pertama dari pasangan Khasmir Ridwan dan Maswanih yang lahir di Depok pada tanggal 22 Oktober 1990. Saat lahir sampai kira-kira usia saya 5 tahun saya dan keluarga tinggal bersama nenek saya, kemudian setelah itu saya dan keluarga pindah kerumah pribadi yang terletak di Jl.Wadas raya No.49 Depok sampai sekarang.
Saat usia 5 tahun saya sudah disekolahkan di TK Al-Hamidiyah yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah saya.Lulus dari TK saya langsung melanjutkan sekolah ke SDN Depok Jaya I, di SD saya terbilang anak yang cukup pintar karena selalu dapat prestasi 10 besar di kelas bahkan pernah sampai bertengkar dengan teman hanya karena kita bersaing untuk menjadi anak kesayangan guru.itu sekilas tentang masa kecil saya.
Beranjak saat saya usia 12 Tahun dan bersekolah di SMPN 2 Depok saya mulai mengenal banyak orang , bergaul bersama teman-teman sampai-sampai prestasi belajar saya menurun drastis, tetapi saat itu saya tidak sedih karena saya sangat menikmati apa yang saya dapat dan saya lakukan saat itu.Saat Lulus SMP dan mendapatkan nilai yang tidak memuaskan saya merasa kecewa karena saya tidak bisa masuk ke SMA unggulan di Depok, akhirnya dengan terpaksa saya melanjutkan sekolah di SMAN 6 Depok, awalnya memang terpaksa tapi semakin lama saya bersekolah disana saya cukup senang karena bisa dapat banyak belajar dari guru-guru dan teman-teman disana.saat SMA saya terhitung murid yang cukup bandel karena sering telat dan sering tidak masuk kelas , bahkan sempat beberapa kali saya menjadi incaran guru karena sering ngobrol dikelas.lucu memang kalau diingat tapi tanpa kejadian seperti itu rasanya kurang lengkap masa SMA saya.Bagi saya 3 Tahun kurang untuk menikmati masa SMA, masih saya ingat saat wisuda SMA saya dan teman-teman menangis karna harus berpisah, ada diantara mereka yang berhasil masuk perguruan tinggi negri, ada juga yang langsung melanjutkan untuk kerja dan saya sendiri melanjutkan ke Universitas Gunadarma di Depok samapai sekarang.

Contoh PI

Tahun depan saya akan mulai menyusun PI , karena tahun depan adalah tahun terakhir saya menjadi mahasiswa untuk mendapatkan gelar S1.sampai sekarang saya belum tau pasti apa yang akan saya buat nanti saat PI , tetapi baru terfikir sedikit bahwa sepertinya saya akan membuat aplikasi tentang “Mengukur tingkat ke idealan badan seseorang” Aplikasi tersebut akan saya buat menggunakan visual basic. Didalan aplikasi tersebut anda dapat menginput tinggi badan anda dan berat badan anda , lalu outputnya akan keluar hasil berat badan anda ideal atau tidak , tidak hanya itu , aplikasi ini juga akan mengoutput grafik dari hasil tinggi dan berat anda masing-masing yang anda output nanti, kemudian disertai juga dengan tambahan label yang isinya berupa komentar atau sejenis saran.

Minggu, 10 Oktober 2010

Interaksi Manusia dengan Komputer